Tanda Kiamat Besar: Munculnya Al-Masih Ad-Dajjal (Bag. 3)
Pengikut-pengikut Dajjal
Mayoritas pengikut Dajjal berasal dari kalangan Yahudi, bangsa-bangsa asing (‘ajam), suku Turk, dan berbagai golongan manusia lainnya. Di antara mereka yang paling banyak mengikutinya adalah orang-orang Arab pedalaman (Badui) dan kaum wanita.
Dalam riwayat Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يتبع الدَّجَّال من يهود أصبهان سبعون ألفًا عليهم الطَّيالسة
“Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi dari Isfahan, mereka mengenakan thiyalisa (pakaian mantel panjang).” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan,
سبعون ألفًا عليهم التَيجان
“Tujuh puluh ribu orang, mengenakan mahkota.”
Dalam hadis Abu Bakar yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat keterangan,
يتبعه أقوامٌ كأنَّ وجوههم المَجانُّ المُطْرَقة
“Akan mengikutinya kaum yang wajahnya seperti perisai yang ditempa.” (HR. Tirmidzi)
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tampaknya, wallahu a‘lam, yang dimaksud dengan mereka yang berwajah seperti perisai itu adalah suku Turk, para pendukung Dajjal.
Demikian pula sebagian bangsa asing lainnya, sebagaimana disebutkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
لا تقوم السّاعة حتّى تقاتلوا خوزًا وكرمان من الأعاجم، حمر الوجو، فطس الأنوف، صغار الأعين، كأن وجوههم المَجانُّ المُطْرَقة، نعالهم الشعر
“Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian memerangi suku Khuz dan Kirman dari bangsa ‘ajam, berwajah merah, berhidung pesek, bermata kecil, wajah mereka seperti perisai yang ditempa, dan sandal mereka terbuat dari rambut.” (HR. Bukhari)
Adapun banyaknya orang Arab pedalaman yang menjadi pengikutnya, hal itu karena kebodohan yang banyak menyelimuti mereka. Ini sesuai dengan hadis panjang Abu Umamah, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang fitnah Dajjal,
“Di antara fitnahnya, ia berkata kepada seorang Arab Badui, ‘Bagaimana pendapatmu jika aku hidupkan kembali ayah dan ibumu, apakah engkau bersaksi bahwa aku adalah tuhanmu?’ Orang itu menjawab, ‘Ya.’ Maka dua setan tampil menyerupai ayah dan ibunya lalu berkata, ‘Wahai anakku, ikutilah dia, sungguh dialah tuhanmu.’” (HR. Ibnu Majah, hadis shahih)
Sementara kaum wanita justru lebih banyak terjerumus daripada orang Arab pedalaman. Karena mereka lebih mudah terpengaruh dan kebodohan banyak menguasai mereka. Dalam hadis Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ينزل الدَّجَّال في هذه السبخة بمرقناة، فيكون أكثر من يخرج إليه النِّساء، حتّى إن الرَّجل يرجع إلى حميمه وإلى أمه وابنته وأخته وعمَّته فيوثقها رباطًا؛ مخافة أن تخرج إليه
“Dajjal akan turun di tanah berawa dekat Marqana, dan yang paling banyak keluar mengikutinya adalah kaum wanita. Hingga seorang laki-laki kembali kepada keluarganya, kepada ibu, anak perempuan, saudari, dan bibinya, lalu mengikat mereka kuat-kuat, karena khawatir mereka keluar mengikuti Dajjal.” (HR. Ahmad)
Bentuk fitnah Dajjal
Fitnah Dajjal adalah fitnah terbesar sejak Allah menciptakan Adam hingga hari kiamat. Dahsyatnya fitnah ini disebabkan berbagai keajaiban dan kemampuan luar biasa yang Allah berikan kepadanya, yang membuat akal manusia terpesona dan bingung.
Dalam riwayat disebutkan bahwa Dajjal membawa “surga” dan “neraka”. Namun surga versinya sebenarnya neraka, dan nerakanya justru menjadi surga. Ia memiliki aliran-aliran air dan gunung-gunung yang penuh roti. Ia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka hujan pun turun. Ia memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka bumi pun menumbuhkan. Harta karun bumi mengikuti perintahnya. Ia bergerak sangat cepat melintasi bumi seperti hujan badai yang ditiup angin. Dan masih banyak lagi kejadian luar biasa yang menyertainya. Semua itu disebutkan dalam hadis-hadis sahih.
Di antaranya riwayat Muslim dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدَّجَّالُ أعورُ العين اليسرى، جفال الشعر، معه جنَّةٌ ونارٌ، فناره جنَّة، وجنَّتُه نارٌ
“Dajjal itu bermata kiri buta, rambutnya lebat, bersamanya ada surga dan neraka; namun nerakanya adalah surga, dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Muslim lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لأنا أعلم بما مع الدَّجَّال منه، معه نهران يجريان، أحدهما رأي العين ماءٌ أبيض، والآخر رأي العين نارٌ تأجَّج، فإمَّا أدركن أحدٌ؛ فليأت النهر الّذي يراه نارًا، وليغمض، ثمَّ ليطأطئ رأسه، فيشرب منه؛ فإنَّه ماءٌ باردٌ
“Aku lebih mengetahui apa yang dibawa Dajjal daripada dirinya sendiri. Bersamanya ada dua sungai yang mengalir; yang satu tampak seperti air putih, dan yang lain tampak seperti api yang menyala. Barang siapa menjumpainya, hendaklah menuju sungai yang tampak seperti api itu, memejamkan mata, lalu menundukkan kepala, kemudian minum darinya, karena sesungguhnya itu adalah air yang dingin.”
Dalam hadis panjang yang diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam‘an radhiyallahu ‘anhu tentang Dajjal, disebutkan bahwa para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa lama ia akan tinggal di bumi?” Beliau menjawab,
أربعون يومًا: يوم كسنة، ويوم كشهر، ويوم كجمعة، وسائر أيامه كأيامكم
“Empat puluh hari: satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti sepekan, dan hari-hari selebihnya seperti hari-hari kalian biasa.”
Mereka bertanya lagi, “Bagaimana cepatnya ia berjalan di bumi?” Beliau menjawab, “Secepat hujan yang ditiup angin kencang. Ia mendatangi suatu kaum, lalu mengajak mereka. Bila mereka membenarkannya dan mengikuti seruannya, ia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, dan bumi untuk menumbuhkan tanaman. Hewan ternak mereka pun pulang dengan tubuh paling gemuk, susu paling deras, dan perut yang penuh.
Kemudian ia mendatangi kaum lain, mengajak mereka, tetapi mereka menolak ucapannya. Ia pun berpaling dari mereka, dan keesokan harinya mereka bangun dalam keadaan miskin, tidak tersisa harta sedikit pun.
Ia juga melewati sebuah tanah lapang yang telah hancur, lalu berkata kepadanya, ‘Keluarkanlah harta-hartamu!’ Maka keluarlah seluruh harta itu mengikutinya seperti kawanan lebah yang mengikuti ratunya.
Kemudian ia memanggil seorang pemuda yang kuat dan sehat, lalu menebasnya dengan pedang hingga tubuhnya terbelah menjadi dua bagian yang terpisah. Setelah itu ia memanggil pemuda itu kembali, dan pemuda itu pun hidup kembali, maju ke arahnya dengan wajah berseri-seri sambil tertawa.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Al-Bukhari dari Abu Sa‘id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa lelaki yang dibunuh oleh Dajjal itu adalah termasuk manusia terbaik, atau bahkan yang terbaik pada masanya. Ia keluar menemui Dajjal dari Madinah, kota Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketika berhadapan dengannya, ia berkata kepada Dajjal,
أشهد أنك الدَّجَّال الّذي حدَّثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم حديثه
“Aku bersaksi bahwa engkau adalah Dajjal yang telah diceritakan kepada kami oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Maka Dajjal berkata kepada orang-orang,
أرأيتُم إن قتلتُ هذا ثمّ أحييتُه؛ هل تشكُّون في الأمر؟
“Bagaimana menurut kalian bila aku membunuhnya kemudian menghidupkannya kembali, apakah kalian masih akan ragu terhadap apa yang aku klaim?”
Mereka menjawab, “Tidak.”
Maka Dajjal membunuh lelaki itu, lalu menghidupkannya kembali. Namun setelah hidup kembali, lelaki itu berkata,
والله ما كنتُ فيك أشدُّ بصيرة مني اليوم
“Demi Allah, aku tidak pernah sejelas dan seyakin hari ini bahwa engkau benar-benar (Dajjal).”
Kemudian Dajjal ingin membunuhnya lagi, tetapi ia tidak diberi kemampuan oleh Allah untuk melakukannya. (HR. Bukhari)
Baca juga: Kengerian di Hari Kiamat
Kehancuran Dajjal
Dajjal akan dibinasakan oleh al-Masih ‘Isa bin Maryam sebagaimana ditegaskan dalam banyak hadis sahih. Dajjal akan muncul dan menjelajah seluruh penjuru bumi kecuali Makkah dan Madinah. Pengikutnya akan sangat banyak, fitnahnya meluas, dan hanya sedikit dari kaum beriman yang selamat darinya.
Pada saat keadaan mencapai puncaknya, ‘Isa bin Maryam akan turun dari langit di menara putih sebelah timur Damaskus. Para hamba Allah yang beriman segera berkumpul di sekelilingnya. Ia lalu memimpin mereka menuju tempat Dajjal. Ketika itu, Dajjal sedang bergerak menuju Baitul Maqdis. ‘Isa akan menyusulnya hingga bertemu dengannya di gerbang kota Ludd.
Begitu Dajjal melihat ‘Isa, ia melebur dan hancur seperti garam yang larut dalam air. Lalu ‘Isa berkata kepadanya, “Aku punya satu tebasan untukmu, dan engkau tidak akan bisa menghindar darinya.” ‘Isa pun mengejarnya dan membunuhnya dengan tombaknya. Para pengikut Dajjal kemudian lari tercerai-berai, dan kaum beriman mengejar mereka serta membunuh mereka semua. Hingga pohon dan batu pun berkata, “Wahai Muslim! Wahai hamba Allah! Ada seorang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh dia.” Kecuali pohon gharqad, karena ia adalah pohon milik orang Yahudi.
Beberapa hadis yang menjelaskan tentang kematian Dajjal dan pengikutnya antara lain:
Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يخرج الدَّجَّال في أمَّتي … (فذكر الحديث، وفيه:) فيبعث الله عيسى بن مريم كأنّه عروة بن مسعود، فيطلبه، فيهلكه
“Dajjal akan keluar di tengah umatku … lalu Allah mengutus ‘Isa bin Maryam yang wajahnya seperti ‘Urwah bin Mas‘ud. Ia mengejar Dajjal dan membinasakannya.”
Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari Majma‘ bin Jariyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يقتل ابنُ مريم الدَّجَّالَ بباب لد
“Ibnu Maryam akan membunuh Dajjal di gerbang Ludd.”
Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dajjal akan keluar ketika agama mulai melemah dan ilmu mulai hilang… kemudian ‘Isa bin Maryam turun; dan saat waktu sahur, ia berseru, ‘Wahai manusia! Apa yang menghalangi kalian untuk keluar menghadapi pendusta keji itu?’ Mereka menjawab, ‘Yang keluar itu pasti jin!’ Mereka pun berangkat, lalu mendapati ‘Isa bin Maryam. Ketika salat ditegakkan, mereka memintanya untuk maju menjadi imam, namun ia berkata, ‘Imam kalian tetap dari kalian sendiri.’ Usai salat Subuh, mereka keluar menuju Dajjal. Saat pendusta itu melihat ‘Isa, ia meleleh seperti garam dalam air. Lalu ‘Isa mendekatinya dan membunuhnya. Hingga pohon dan batu menyeru, ‘Wahai Ruh Allah! Ini dia orang Yahudi!’ Tidak ada satu pun dari pengikut Dajjal yang tersisa, kecuali dibinasakan.”
Dengan terbunuhnya Dajjal, semoga Allah melaknatnya, berakhirlah fitnah besar yang mengguncang dunia. Allah menyelamatkan kaum beriman dari kejahatannya melalui ‘Isa bin Maryam dan para pengikutnya yang beriman. Segala puji bagi Allah atas nikmat dan pertolongan-Nya.
Wallahu Ta’ala a’lam.
[Selesai]
***
Diselesaikan di Jember, 11 Rajab 1447
Penulis: Gazzeta Raka Putra Setyawan
Artikel Muslim.or.id
Catatan kaki:
Diterjemahkan dan disusun ulang oleh penulis dari kitab Asyraathu As-Saa’ah, karya Syekh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, hal. 238-291.
Artikel asli: https://muslim.or.id/111816-tanda-kiamat-besar-munculnya-al-masih-ad-dajjal-bag-3.html